Friday January 27, 2012

Quote Of The Month

"Siapa saja yang ingin mencapai sukses, haruslah mendaki dan memanjatnya; bukan melompatinya..."

(R.M.S. Dirdjoatmodjo - Pendiri Perisai Diri)

bannerforum





News Feeds:
01
Apr
2011

 

Pekanbaru (PD)

Dua pesilat remaja berbaju dan bercelana putih itu sedang bergebrak seru di arena. Hujan deras yang disertai badai dan ledakan-ledaka petir, tidak menggetarkan dada dua pesila itu untuk terus saling jual beli pukulan dan tendangan. Mereka dengan semangat penuh di dada berusaha menunjukkan kepiawaian mereka dalam bertarung versi IPSI dari Kejuaraan Silat Perisai Diri antar-pelajar se-Riau pada 5 - 6 Maret 2011 lalu.

Akan tetapi niat mereka untuk terus bergebrak tiba-tiba sirna. Lampu gedung olahraga tempat mereka bertanding padam. Aliran listrik mati. Maklum, karena hujan badai itu banyak pohon yang tumbang di kawasan tersebut sehingga mengganggu jaringan aliran listrik.

Namun panitia dengan sigap mengganti tenaga listrik itu dengan menghidupkan generator. Byarr..!!! Listrik menyala lagi. Pertandingan versi IPSI dilanjutkan. Alamak... Itu pun tidak bisa berlangsung tuntas seusai jadwal. Sebab atap gedung ternyata bocor. Tetesan air hujan menerpa arena silat sehingga matras menjadi basah dan licin. Terpaksalah pertandingan malam itu dihentikan demi menjaga keselamatan pesilat.

Jumlah pesilat yang bertanding adalah 135. Mereka terdiri dari  94 putra dan 41 putri. Mereka berasal dari pelajar SD, SMP, hingga SMA, serta Pondok Pesantren seperti  Siak, Rokan Hulu,  Madrasah Aliyah Pesantren Tehnologi Riau,  SMK Kehutanan,  SMK Hasanah, SDN 026,  SDN 07,  SMP Babbusalam,  SMPN 03,  SMPN 17,  MAN 2 Pekanbaru, dan Kuansing.

Karena yang bertanding ada yang masih anak-anak; maka orangtua mereka pun terpaksa juga ikut "bertanding"; menunggui buah hati mereka. Rela ikut menginap di penginapan yang disediakan panitia. Semua demi anak kesayangan mereka yang mencintai silat Perisai Diri.

Ketua PD Cabang Pekanbaru, Mas Wibowo membuka kejuaraan itu pada Sabtu siang (5 Maret 2011). Kejuaraan silat PD di Pekanbaru sudah dilaksanakan beberapa kali sejak Mas Hertiarto (senior PD dari Yogya, kini sudah pensiun) bertugas di Dinas Kehutanan di Provinsi Riau.

"Kami berusaha untuk mengembangkan silat PD di sekolah-sekolah. Kami berharap lewat kejuaraan ini maka setiap sekolah yang ada siswanya ikut silat PD bisa ikut mengirimkan pesilatnya. Kejuaraan ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada adik-adik kita yang mencintai beladiri silat. Mereka bisa membuktikan hasil latihannya di kejuaraan ini," kata Mas Wibowo.

== Lomba Pengetahuan PD ==

Kejuaraan silat PD di Pekanbaru ini memiliki gebrakan baru, yaitu dengan disertakannya nomor Cepat Tepat yang berisikan pengetahuan pesilat soal sejarah dan teknik silat PD. Selain itu juga ada lomba Gejlik Cepat, Kilat T, Daun Melayang Pendeta, dan Lompat Kuntul.

Pesilat yang bisa menjawab pertanyaan seputar sejarah dan teknik PD dengan cepat dan tepat, menjadi pemenang. Ini memang mirip cerdas tangkas ilmu pengetahuan di sekolah.

Sementara lomba Gejlik Cepat dan sejenisnya, pemenangnya adalah pesilat yang bisa melakukan teknik itu dengan tepat dan paling banyak dalam durasi waktu 1 menit.

Nomor lain tentu saja nomor "wajib" Serang Hindar dan pertarungan versi IPSI. Minat masyarakat untuk menonton kejuaraan itu cukup besar.  Masyarakat umum banyak yang mengunjungi gedung olahraga itu khusus untuk melihat pertandingan silat PD antar-pelajar tersebut.

Meski sempat tertunda karena listrik mati dan atap gedung olahraga bocor karena hujan badai, kejuaraan itu bisa selesai dengan lancar sepanjang hari Minggu.

Pertandingan menarik terjadi di kelas H Putra antara Dedi Iskandar (Pondok Pesantren Teknologi Riau) melawan Alzefa Doni (SMK Kehutanan). Doni yang memiliki senjata  andalan tendangan T berusaha merangsek Dedi yang yakin dengan teknik pendeta dan bantingannya.

Pemilihan strategi bertanding Doni akhirnya yang menentukan kemenangannya. Ia beberapa kali berhasil mengecoh Dedi yang menanti serangan lawan dan siap membantingnya. Doni menang dan dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putra.

Hasil selengkapnya adalah Juara Umum I SMK Kehutanan, Juara Umum II Madrasah Aliyah Pesantren Teknologi Riau, Juara Umum III Rokan Hulu. (***)

 

 

Written by Aryo Akbar   
Last Updated on Friday, 01 April 2011 13:44
 
05
Jan
2011

Batam (PD)

Keberadaan PD Batam di Kepulauan Riau boleh dibilang baru seumur jagung. Itu untuk menunjukkan bahwa kiprah mereka yang benar-benar menjadi sebuah organisasi yang tertata baru dimulai pada 19 Agustus 2006.

Sebenarnya, PD Batam sudah dirintis beberapa tahun sebelumnya oleh Mas Gundono (Pendekar). Beliaulah yang memulai kiprah dunia silat di Batam. Bersama Bapak Maman Mansyur darii perguruan Domas Cimande, dan seorang tokoh silat lainnya; mereka bertiga mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia di Batam.

Akan tetapi kiprah IPSI Batam itu perlahan-lahan surut karena personel yang mengurusinya disibukkan oleh pekerjaan pokok mereka masing-masing. Padahal, kala itu, silat PD sudah mulai berkembang di sana.

Baru pada Desember 2005, ketika Mas Agus Winarno (strip Biru) yang berasal dari PD Palembang tiba di Batam, greget untuk menghidupkan PD Batam muncul kembali.
"Saya hanya pernah mendengar kabar bahwa di Batam ada PD. Tapi di mana tempat latihannya. Maka saya mencari informasi dari milist. Saya bersyukur, akhirnya saya bisa bertemu Mas Ricky Mendoza (strip Biru) yang berasal dari PD Padang," kata Mas Agus Winarno.

Written by Herdjoko   
Last Updated on Wednesday, 05 January 2011 15:08
 
25
Dec
2010

Herdjoko
Surabaya (PD)


Mas Ir Nanang Soemindarto terpilih menjadi Ketua Umum Silat Perisai Diri  dan Mas Drs Noer Hasdiyanto SH terpilih menjadi Ketua Presidium Dewan Pendekar Perisai Diri dalam Musyawarah Nasional Perisai Diri yang digelar di Kampus STESIA Surabaya 10 - 12 Desember 2010.

Munas itu dihadiri oleh 17 dari 21 utusan yang berhak hadir. Utusan dari luar negeri yang datang adalah Komisariat Australia. Sidang Munas dipimpinn oleh Mas Syaukat Ali (Yogyakarta), Mas Heru (Surabaya), dan Mas I Made Astrama (Bali).

 

Written by Herdjoko   
Last Updated on Wednesday, 05 January 2011 15:08
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4

Our Tweets

Saksikanlah partai Final PDIC, hari ini Jumat 23 Juli 2010, mulai pukul 8 s.d. Selesai
July 22, 2010 17:58 via mobile web
Final serang hindar PDIC akan dilaksanakan jum'at 23 Juli 2010, hari terakhir pertandingan.. Mari kita saksikan dan sukseskan
July 22, 2010 9:14 via mobile web
Bapak Rahmat Gobel dikukuhkan menjadi Ketua Kehormatan Perisai Diri. Pengukuhan dilaksanakan pada tanggal 10 April 2010, 11.15 WIB.
April 10, 2010 7:24 via web
Penyematan sabuk dilakukan oleh Kanjeng Sultan Hamengku Buwono X selaku Dewan Pendekar Perisai Diri, di kompleks Keraton Yogyakarta.
April 10, 2010 5:34 via web
Serang Hindar Bebas pada PDIC mendatang dipertandingkan hingga tingkat Biru Merah! No Pain No Gain.
March 31, 2010 11:02 via web

PDIC News

Selamat Bertanding!

Perisai Diri International Championship (Invitasi International PD) VI akan dilaksanakan pada bulan Juli 2010 di Padepokan Silat TMII, Jakarta.

 

Who's Online

We have 5 guests online
Copyright © 2012. Silat Perisai Diri. Designed by Shape5.com