Pesilat Cilik Itu Belajar "Menari" PDF Print E-mail
Written by Herdjoko   
Friday, 05 June 2009

Location: Semarang

 

Selama ini banyak yang menilai teknik silat PD merupakan rangkaian gerak yang patah-patah. Pendek kata, sulit bagi pesilat PD untuk bisa melakukan gerak silat dengan "kembangan", sebuah teknik silat mirip tarian.

 

Akan tetapi anggapan itu sebenarnya tetaplah keliru. Bila menengok teknik Minangkabau, di sanalah "tarian" silat itu bisa disimak. Soal tarian silat Minangkabau, banyak kemiripan keluwesannya dengan teknik silat kembangan perguruan lain.

smg-silat1_kcl.jpg

Yuanita Putri -- siswa kelas VI SD Petompon 1 Semarang

 

Namun itu ternyata masih kurang bukti. Banyak tantangan yang datang. Misalnya, PD harus membuktikan bahwa pesilatnya mampu menjuarai nomor seni wiraloka IPSI. Wahh?!!!


Lantaran tantangan itulah, maka pesilat PD pun banyak yang berusaha belajar jurus tunggal wiraloka hasil gubahan tim Pengurus Besar IPSI itu. Konon, dalam jurus tunggal itu, sebenarnya banyak masukan dari teknik silat PD. Mas Arnowo Adji, Pendekar PD yang berdomisili di Jakarta telah memberikan teknik-teknik silat PD untuk digabungkan dengan teknik silat lainnya sehingga terbentuk jurus wajib IPSI itu..


Hasilnya adalah justru banyak teknik silat PD yang kemudian digubah lagi. Akhirnya memang tidak terlihat lagi di mana teknik silat PD itu terselip di antara gerakan silat yang berdurasi tiga menit tersebut. Para pesilat PD pun "terpaksa" harus belajar lagi untuk bisa bersilat jurus wajib yang dipertandingkan itu. Nyaris tidak ada lompatan dalam jurus itu. Padahal teknik PD penuh dengan lompatan-lompatan.  Bagaimana pun juga, jurus tersebut sudah menjadi keputusan PB IPSI yang harus dipatuhi oleh semua anggotanya, seluruh perguruan silat; termasuk PD.


Bukan pesilat jika tidak bisa belajar jurus baru tentang silat. Setidaknya itu telah dibuktikan tujuh pesilat PD tingkat dewasa pada Pekan Olahraga Daerah Jawa Tengah tahun 2007. Pesilat PD Nur Faqih dan pasangan Latifah - Vitri yang menjadi andalan Kota Pekalongan mampu meraih dua medali emas. Sementara trio pesilat putri dari Kota Semarang Nurlela - Santi - Ratna juga meraih emas yang sama di nomor seni tersebut.


Dengan bukti itu, maka para pesilat PD lainnya pun tergugah untuk makin belajar "menari" silat seni yang diwajibkan IPSI itu. Para pesilat anak-anak dan remaja pun berusaha keras menghafal gerak, langkah, kemudian menghayati serta menjiwai. Sungguh sulit, karena seolah-oleh teknik baru.


"Mau tidak mau kita harus belajar jurus ini agar pesilat kita bisa bertanding. PD sudah bisa membuktikan. Kini giliran anak-anak kita yang duduk di bangku SD juga harus belajar. Mereka bisa membawa nama PD dan juga sekolah mereka bila meraih medali," kata Mas Suroto (Merah), dosen Universitas Diponegoro Semarang.


"Betul. Dari nomor seni pun PD bisa meraih medali. Bukan hanya pandai bertanding nomor olahraga saja," kata Mbak Ning Wati (Biru), pelatih PD dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.


Maka mulailah Mas Suroto menggembleng adik-adik kecil siswa SD Petompon 1 dan 2 Semarang. Salah satunya adalah anaknya sendiri yang duduk di kelas VI, Yuana Putri Nur Utami. Hasil jerih payah gadis cilik itu membuahkan hasil, juara I seleksi di tingkat Kota Semarang sehingga mewakili Kota Semarang di Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Tengah.


Demikian pula yang dilakukan oleh Mbak Ning Wati. Ia melatih dua jago sekaligus: M Labibul Khakim, siswa kelas V SD Guwosuran 3 Grobogan, dan Nurul Widia Wijayanto, siswa kelas V SD Danyang 1 Grobogan. Mereka berdua lolos mewakili kabupatennya untuk berlaga di arena POPDA pelajar SD/MI se-Jawa Tengah di Semarang pada 26-27 Mei 2009 lalu.


Pada babak penyisihan, tiga pesilat cilik PD itu menjadi juara pool masing-masing. Mereka harus bersaing dengan 16 lawan di nomor putri dan 16 pesilat di nomor putra. Setiap nomor dibagi dalam dua pool.


Putri, Labibul, dan Nurul bersaing ketat melawan para pesilat dari Solo. Dalam hasil akhir, tiga pesilat PD memang masih belum berhasil meraih medali emas. Mereka masih berada di peringkat empat. Meski demikian, langkah para pesilat cilik untuk tampil "menari" memang patut diacungi jempol. (***)
 

 

Foto lain:

 

jpherdjoko090526-02.jpg

 Nurul -- siswa kelas V SD Danyang 1, Kabupaten Grobogan.

smg-silat2.jpg

 

Yuanita Putri -- siswa kelas VI SD Petompon 1 Semarang

 

 

 

Last Updated ( Friday, 05 June 2009 )
 
< Prev   Next >

Photo Gallery

Random
Teknik Asli Mliwis DPP_0163 Mas Aris Budihardjo Mas Bambang Wahyono PD-Pandanaran7
Latest
PD-UGM8 PD-UGM7 PD-UGM6 PD-UGM5 PD-UGM4
Popular
Mukernas 2008 02 With_Mas_Wuk_n_Mas_Joko_Widodo Mas_Arnowo_Adjie Mas_Tom Mas_Ruddy_Kapojos

Translate !!!


Polls

Perlukah menampilkan hasil keputusan munas di web?
 

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Who's Online

We have 6 guests and 1 member online
  • mufti

Statistics

Members: 1094
News: 117
Web Links: 8
Visitors: 461141

Syndicate

Visitor Watch

JoomlaWatch Stats 1.2.7 by Matej Koval

Countries

48.2%INDONESIA INDONESIA
27.4%AUSTRALIA AUSTRALIA
15.9%UNITED STATES UNITED STATES
2%NETHERLANDS NETHERLANDS
1%MALAYSIA MALAYSIA
0.9%JAPAN JAPAN
0.5%SWITZERLAND SWITZERLAND
0.5%NORWAY NORWAY
0.4%UNITED KINGDOM UNITED KINGDOM
0.3%CANADA CANADA

Visitors

Today: 187
Yesterday: 96
This week: 346
Last week: 368
This month: 714
Last month: 1803
Total: 21260


Forum Latest Post

Artikel

Apa Manfaat Belajar Silat?

100%
-
+
3
Show options

Serem Banget, Pendekar Tua Saling Gebrak di Jepang

Herdjoko/Monu Katili Tokyo (PD) "Kowai...!!! Kowai..!!!" Itulah teriakan spontan dari beberapa pemuda dan pemudi berkulit kuning bermata si...

Readmore

Kang Suryanto Harus Menghadapi Muaythai

Herdjoko Solo (PD)   Terjangan lutut maupun sodokan siku silih berganti mengarah tempat-tempat berbahaya. Lelaki berbobot 53 kg itu matanya tida...

Readmore

Pesilat PD Juarai Invitasi Nasional Pencak Silat Pasir Pantai

Solo (PD)   Pipi gadis itu memerah dan menghitam karena sengatan panas matahari yang berada di titik kulminasi. Jidatnya mengembun keringat. Dua...

Readmore

More in: Latest News

-
+
3
Show options