Sabit Senjata Pamungkas Mas Silo PDF Print E-mail
Written by Herdjoko   
Tuesday, 25 August 2009

Tokyo (PD),

 

Gedung Olahraga Bulungan, Jakarta itu mendadak senyap. Padahal di sana ada sekitar 500 pasang mata yang menyorot ke satu titik di tengah arena. Dua pesilat sedang berlaga di arena itu. Mereka bersosok ramping, dengan berat sekitar 53 kilogram. Arena itu adalah pertarungan para jago perguruan silat. Full body contact dalam arti sebenarnya. Tidak ada body protector. Kepala boleh menjadi sasaran pukulan maupun tendangan. Tangan tanpa sarung tangan.


Ketika sebuah tendangan sabit mendarat telak di kepala seorang pesilat, spontan pesilat itu terjatuh. Penonton ternganga. Tendangan model begitu masih asing waktu itu. Namun pesilat dengan bekal tendangan sabit itu beberapa kali menjadi momok lawan-lawannya. Banyak yang tumbang KO gara-gara sabit. Oleh karena itu, pemilik tendangan sabit tersebut akhirnya menjadi favorit penonton.

Itu terjadi tahun 1970-an. Kala itu Ikatan Pencak Silat Indonesia sedang mencari-cari aturan pertandingan. Oleh karena itu haruslah ada jago-jago dari berbagai aliran silat yang mau diadu di arena pertandingan.

"Saya memang menjadi kelinci percobaan. Semula pertandingan ditonton anggota Perisai Diri di Senayan. Lalu diteruskan di GOR Bulungan. Hanya kemaluan yang tidak boleh diserang. Lainnya bebas," kata Mas Soesilo Soedarmadji dari Tokyo, Jepang.

Mas Silo, demikian panggilan akrabnya, kala itu memang menjadi salah satu andalan PD di Jakarta. Oleh karena itulah ia menjadi pesilat wakil PD untuk terjun di arena pertarungan full body contact tersebut. Mas Silo sadar, pertarungan itu memang untuk mencari bentuk aturan pertandingan. Meski begitu, karena yang bertarung adalah para andalan perguruan, maka mereka pun bergebrak dengan sepenuh tenaga dan jiwa.

Beberapa perguruan yang turun di arena kala itu seperti Garuda Yaksa, Nusantara, Setia Hati Terate, dan lain-lainnya. Mereka menerjunkan jago andalan masing-masing.

"Pertarungan sebenarnya tiga ronde. Akan tetapi biasanya belum satu ronde pertarungan berakhir. Banyak yang KO," tutur Mas Silo.

Lalu kiprah Mas Silo sendiri bagaimana?

"Lawan-lawan saya banyak yang saya KO dengan tendangan sabit. Rata-rata sabit saya kena kepala sehingga mereka KO. Waktu itu sabit PD memang baru dikenal oleh umum. Banyak pesilat yang tidak bisa mengatasi sabit," katanya.

Mas Silo menjadi juara. Akhirnya label Mas Silo sebagai jago sabit melekat erat. Sabit Silo menjadi legenda pada waktu itu.

Di sisi lain, banyak pula lawan Mas Silo yang berusaha memunahkan tendangan sabit itu dengan teknik tangkapan dilanjutkan dengan bantingan. Dan tendangan Mas Silo memang bisa ditangkap, dan dibanting. Akan tetapi, ketika teknik bantingan itu dilancarkan, sewaktu tubuh Mas Silo melayang jatuh, tiba-tiba secara reflek tangannya meraih si pembanting.

"Saat jatuh, posisi saya selalu berada di atas. Si pembanting yang justru rugi, kejatuhan badan saya," ujarnya.

Jasa Mas Silo, juga rekan-rekan sesama pesilat dari perguruan lain yang dijadikan kelinci percobaan untuk mengolah aturan pertandingan pencak silat, tidak bisa dilupakan begitu saja. Ada yang kalah dan menang. Itulah pertandingan. Akhirnya bentuk aturan pertandingan itu terus berkembang hingga dibuat yang paling aman bagi petarung.

Kiprah Mas Silo sebagai petarung terus berlanjut. Ia beberapa kali dinobatkan menjadi pesilat terbaik di Jakarta pada pertandingan antar-perguruan pencak silat maupun ketika ada pertandingan antar-mahasiswa di lingkup Perisai Diri.

 

 

Body Protector dan Pesilat Undur-undur

Peraturan pertandingan silat berkembang terus dari masa ke masa. Mulai dari full body contact, kemudian menggunakan body protector. Lalu pesilat hanya boleh menyerang beruntun empat kali. Itu untuk memberi kesempatan juri menilai.

Aturan itu sempat pula dicederai oleh para pesilat yang suka bermain garis sehingga menelorkan strategi hit and run. Memasukkan serangan, kemudian lari keluar arena. Nilai sudah didapat, sementara sang lawan tidak bisa membalas karena si penyerang keburu sudah keluar arena.

Strategi hit and run ini memang menelorkan beberapa pesilat menjadi juara. Namun sebenarnya di kalangan dunia persilatan pesilat semacam ini disebut "pesilat undur-undur". Pesilat tangguh dengan teknik komplit pun bisa kalah melawan "pesilat undur-undur".

Mengetahui kelemahan aturan pertandingan yang dapat dimanfaatkan dengan jitu oleh "pesilat undur-undur"; maka aturan itu pun disempurnakan lagi dengan perubahan di sana-sini. Tujuannya agar fair play pertarungan silat bisa terwujud.

Kini "pesilat undur-undur" dipastikan kalah karena nilainya akan dikurangi bila ia melakukan strategi hit and run tiga kali berturut-turut. Bahkan pesilat yang terlanjur takut yang hanya bisa mundur pun bisa langsung dianggap tidak mampu melanjutkan pertandingan oleh wasit. Hanya pesilat tangguh dan memiliki stamina prima dan teknik lengkap yang bisa menyandang gelar juara.

Yang pasti, kini para pesilat dilarang keras memukul dan menendang kepala. Para petarung sekarang jauh lebih aman dibandingkan para petarung tahun 1970-an. Para pesilat memang harus berterima kasih kepada Mas Silo dan rekan-rekannya yang menjadi kelinci percobaan kala itu. (***)

Last Updated ( Tuesday, 25 August 2009 )
 
< Prev   Next >

Photo Gallery

Random
UKT Dasar II AKIP-8 Latihan bersama mas Sigit Prakoso Mas Gatut Mudjono UKT Dasar II AKIP-6
Latest
PD-UGM8 PD-UGM7 PD-UGM6 PD-UGM5 PD-UGM4
Popular
Mukernas 2008 02 With_Mas_Wuk_n_Mas_Joko_Widodo Mas_Arnowo_Adjie Mas_Tom Mas_Ruddy_Kapojos

Translate !!!


Polls

Perlukah menampilkan hasil keputusan munas di web?
 

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Who's Online

We have 14 guests and 1 member online
  • mufti

Statistics

Members: 1094
News: 117
Web Links: 8
Visitors: 461144

Syndicate

Visitor Watch

JoomlaWatch Stats 1.2.7 by Matej Koval

Countries

48.2%INDONESIA INDONESIA
27.4%AUSTRALIA AUSTRALIA
15.9%UNITED STATES UNITED STATES
2%NETHERLANDS NETHERLANDS
1%MALAYSIA MALAYSIA
0.9%JAPAN JAPAN
0.5%SWITZERLAND SWITZERLAND
0.5%NORWAY NORWAY
0.4%UNITED KINGDOM UNITED KINGDOM
0.3%CANADA CANADA

Visitors

Today: 187
Yesterday: 96
This week: 346
Last week: 368
This month: 714
Last month: 1803
Total: 21260


Forum Latest Post

Artikel

Apa Manfaat Belajar Silat?

100%
-
+
3
Show options

Serem Banget, Pendekar Tua Saling Gebrak di Jepang

Herdjoko/Monu Katili Tokyo (PD) "Kowai...!!! Kowai..!!!" Itulah teriakan spontan dari beberapa pemuda dan pemudi berkulit kuning bermata si...

Readmore

Kang Suryanto Harus Menghadapi Muaythai

Herdjoko Solo (PD)   Terjangan lutut maupun sodokan siku silih berganti mengarah tempat-tempat berbahaya. Lelaki berbobot 53 kg itu matanya tida...

Readmore

Pesilat PD Juarai Invitasi Nasional Pencak Silat Pasir Pantai

Solo (PD)   Pipi gadis itu memerah dan menghitam karena sengatan panas matahari yang berada di titik kulminasi. Jidatnya mengembun keringat. Dua...

Readmore

More in: Latest News

-
+
3
Show options