|
Jakarta (PD)
Sebanyak 100 pesilat PD usia anak-anak SD hingga SMP unjuk kebolehan di Padepokan Pencak Silat TMII pada Seni pagi (2/3/2009) pada acara Redaksi Pagi. Mereka memainkan senam teknik bersama hingga serang hindar.
Crew wartawan Trans 7 kala itu sedang meliput
Kejuaraan Sirkuit Pencak Silat Nasional (antar-Pengurus Daerah IPSI) di
Padepokan Pencak Silat. Selain mereka yang bertanding, sekitar 2.000
pesilat dari berbagai perguruan di Jakarta hadir menyaksikan acara
akbar itu. Di antara 2.000 pesilat itulah ada sekitar 100 pesilat cilik
PD.
Wajah imut dan lugu dengan seragam putih itulah
tampaknya yang menarik perhatian crew wartawan Trans 7 untuk mendekat
dan meminta agar adik-adik kecil itu memamerkan kebisaannya pada Minggu
lalu (1/3/2009). Maka dengan dipimpin oleh Mas Joko Anindito (Ketua Umum PD Jakarta), Macan-macan Kecil Betawi ini pun unjuk gigi.
"Ini merupakan kesempatan langka. Kami bersyukur PD
bisa tampil. Mereka diambil gambarnya sekitar 20 menit. Kemudian ketika
tampil di Trans 7, setelah mengalami editing menjadi padat, empat
menit. Untuk acara televisi, tayangan empat menit sudah sangat panjang.
Kami berterima kasih kepada crew Trans 7," kata Mas Monu Katili dari
Jakarta.
Mas Joko Anindito pun sempat diwawancarai wartawan
seputar bagaimana cara melatih anak-anak usia dini itu agar bisa
mencintai budaya dari bangsa sendiri: silat!
Sementara Firda dan Daffa, pesilat cilik PD, juga
ditanya soal cita-cita mereka setelah belajar silat. "Kami ingin
menjadi pesilat tangguh," tutur Daffa.
Di sisi lain dalam Kejuaraan Sirkuit Pencak Silat Nasional belasan pesilat PD dari Jakarta, Bali, dan Jawa Timur ikut terjun berlaga dalam arena bergengsi itu. (*)
|