Sunday February 5, 2012

Quote Of The Month

"Siapa saja yang ingin mencapai sukses, haruslah mendaki dan memanjatnya; bukan melompatinya..."

(R.M.S. Dirdjoatmodjo - Pendiri Perisai Diri)

bannerforum

News Feeds:
PD Yogya Rebut Pesilat Terbaik Kejuaraan Silat Pelajar PDF Print E-mail
Written by Herdjoko   
Tuesday, 31 March 2009 09:39
Yogyakarta (PD)
 
Parji Nurcahyo Saputra, pelajar SD Payongan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dinobatkan menjadi Pesilat Terbaik Putra pada Kejuaraan Pencak Silat se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diikuti oleh 160 pelajar SD dan 425 pelajar SMP dan SMA. Kejuaraan itu berlangsung sejak Kamis (26/3/2009) dan berakhir Senin (30/3/2009) di Gedung Olahraga Gabusan, Bantul.
 
Parji yang turun di kelas C Putra (30-33 kg) harus bertanding sebanyak enam kali untuk bisa meraih emas dan gelar terbaik itu. Membludaknya peserta menjadikan panitia dan wasit/juri kewalahan melayani para pesilat anak-anak hingga remaja itu. Bahkan untuk tingkat SD, sekitar 50 peserta ditolak pendaftarannya karena panitia merasa tidak sanggup untuk menampung mereka dalam kejuaraan silat pelajar tersebut.
 
"Satu kelas bisa terisi 40-an pesilat. Untuk anak-anak SD bahkan ada yang terpaksa bertanding tiga kali dalam sehari. Gelanggang yang digunakan hanya satu arena sehingga wasit/juri harus bekerja keras dan cepat. Satu babak sering kurang dari dua menit," kata Mbak Endah Irianti (Biru Merah), pelatih PD asal Bantul.
 
Secara keseluruhan peserta kejuaraan itu didominasi oleh pesilat dari perguruan Tapak Suci dan Perisai Diri. Para pesilat Tapak Suci berasal dari sekolah-sekolah Muhammadiyah. Sebagai gambaran, untuk tingkat SMP dan SMA (dua tingkatan sekolah ini dijadikan satu golongan pesilat remaja), para pesilat Tapak Suci bisa berjumlah 300 pelajar dari 435 peserta. Sementara pesilat PD berjumlah sekitar 70-an. Sementara untuk pesilat SD, pesilat PD menurunkan sekitar 60 pesilat.
 
Para pesilat PD dari Bantul (dari SD, SMP, hingga SMA) mampu memborong 6 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Sementara tim PD SMA Negeri 3 Yogyakarta membawa pulang 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu; adapun pesilat tingkat Madrasah Ibtidaiyah dari Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman yang mengirimkan 6 pesilat berhasil membawa 1 medali perak.
 
"Dari pertandingan itu kami bisa belajar melihat pola yuri dalam menilai. Pesilat PD yang lebih senang menyerang beruntun ternyata justru kalah oleh para pesilat yang mengandalkan serangan satu-dua. Serangan satu-dua itu tampaknya mudah untuk dilihat para yuri dan sekaligus memudahkan mereka menilai. Mungkin itu karena para yuri dan wasit yang memimpin adalah pemula. Meski demikian semua itu menjadi catatan berguna bagi kami untuk melatih adik-adik kami," kata Mas Galih Prayitno (Biru Merah) pelatih PD Yogya.
 
Untuk golongan pesilat SMP dan SMA memang tidak dipilih pesilat terbaik. Akan tetapi, kata Mbak Endah, dari bocoran penilaian para wasit/yuri, seandainya ada pemilihan pesilat terbaik, kemungkinan besar akan jatuh ke tangan Ganang, pesilat PD dari SMP Negeri 2 Pandak.
 
Di sisi lain, membludaknya minat pelajar untuk ikut bertanding silat itu juga menjadi masukan berharga bagi panitia penyelenggara. Mereka tampaknya memang tidak menyangka begitu banyak pesilat pelajar yang demikian antusias untuk mencoba hasil latihan mereka di arena nyata: pertandingan!!!
 
Selamat untuk adik-adik PD yang telah mampu membuktikan hasil latihannya di arena. (***)
 
Copyright © 2012. Silat Perisai Diri. Designed by Shape5.com