Sunday February 5, 2012

Quote Of The Month

"Siapa saja yang ingin mencapai sukses, haruslah mendaki dan memanjatnya; bukan melompatinya..."

(R.M.S. Dirdjoatmodjo - Pendiri Perisai Diri)

bannerforum

News Feeds:
Pesilat Cilik Itu Belajar "Menari" PDF Print E-mail
Written by Herdjoko   
Friday, 05 June 2009 06:12

Location: Semarang

 

Selama ini banyak yang menilai teknik silat PD merupakan rangkaian gerak yang patah-patah. Pendek kata, sulit bagi pesilat PD untuk bisa melakukan gerak silat dengan "kembangan", sebuah teknik silat mirip tarian.

 

Akan tetapi anggapan itu sebenarnya tetaplah keliru. Bila menengok teknik Minangkabau, di sanalah "tarian" silat itu bisa disimak. Soal tarian silat Minangkabau, banyak kemiripan keluwesannya dengan teknik silat kembangan perguruan lain.

smg-silat1_kcl.jpg

Yuanita Putri -- siswa kelas VI SD Petompon 1 Semarang

 

Namun itu ternyata masih kurang bukti. Banyak tantangan yang datang. Misalnya, PD harus membuktikan bahwa pesilatnya mampu menjuarai nomor seni wiraloka IPSI. Wahh?!!!


Lantaran tantangan itulah, maka pesilat PD pun banyak yang berusaha belajar jurus tunggal wiraloka hasil gubahan tim Pengurus Besar IPSI itu. Konon, dalam jurus tunggal itu, sebenarnya banyak masukan dari teknik silat PD. Mas Arnowo Adji, Pendekar PD yang berdomisili di Jakarta telah memberikan teknik-teknik silat PD untuk digabungkan dengan teknik silat lainnya sehingga terbentuk jurus wajib IPSI itu..


Hasilnya adalah justru banyak teknik silat PD yang kemudian digubah lagi. Akhirnya memang tidak terlihat lagi di mana teknik silat PD itu terselip di antara gerakan silat yang berdurasi tiga menit tersebut. Para pesilat PD pun "terpaksa" harus belajar lagi untuk bisa bersilat jurus wajib yang dipertandingkan itu. Nyaris tidak ada lompatan dalam jurus itu. Padahal teknik PD penuh dengan lompatan-lompatan.  Bagaimana pun juga, jurus tersebut sudah menjadi keputusan PB IPSI yang harus dipatuhi oleh semua anggotanya, seluruh perguruan silat; termasuk PD.


Bukan pesilat jika tidak bisa belajar jurus baru tentang silat. Setidaknya itu telah dibuktikan tujuh pesilat PD tingkat dewasa pada Pekan Olahraga Daerah Jawa Tengah tahun 2007. Pesilat PD Nur Faqih dan pasangan Latifah - Vitri yang menjadi andalan Kota Pekalongan mampu meraih dua medali emas. Sementara trio pesilat putri dari Kota Semarang Nurlela - Santi - Ratna juga meraih emas yang sama di nomor seni tersebut.


Dengan bukti itu, maka para pesilat PD lainnya pun tergugah untuk makin belajar "menari" silat seni yang diwajibkan IPSI itu. Para pesilat anak-anak dan remaja pun berusaha keras menghafal gerak, langkah, kemudian menghayati serta menjiwai. Sungguh sulit, karena seolah-oleh teknik baru.


"Mau tidak mau kita harus belajar jurus ini agar pesilat kita bisa bertanding. PD sudah bisa membuktikan. Kini giliran anak-anak kita yang duduk di bangku SD juga harus belajar. Mereka bisa membawa nama PD dan juga sekolah mereka bila meraih medali," kata Mas Suroto (Merah), dosen Universitas Diponegoro Semarang.


"Betul. Dari nomor seni pun PD bisa meraih medali. Bukan hanya pandai bertanding nomor olahraga saja," kata Mbak Ning Wati (Biru), pelatih PD dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.


Maka mulailah Mas Suroto menggembleng adik-adik kecil siswa SD Petompon 1 dan 2 Semarang. Salah satunya adalah anaknya sendiri yang duduk di kelas VI, Yuana Putri Nur Utami. Hasil jerih payah gadis cilik itu membuahkan hasil, juara I seleksi di tingkat Kota Semarang sehingga mewakili Kota Semarang di Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Tengah.


Demikian pula yang dilakukan oleh Mbak Ning Wati. Ia melatih dua jago sekaligus: M Labibul Khakim, siswa kelas V SD Guwosuran 3 Grobogan, dan Nurul Widia Wijayanto, siswa kelas V SD Danyang 1 Grobogan. Mereka berdua lolos mewakili kabupatennya untuk berlaga di arena POPDA pelajar SD/MI se-Jawa Tengah di Semarang pada 26-27 Mei 2009 lalu.


Pada babak penyisihan, tiga pesilat cilik PD itu menjadi juara pool masing-masing. Mereka harus bersaing dengan 16 lawan di nomor putri dan 16 pesilat di nomor putra. Setiap nomor dibagi dalam dua pool.


Putri, Labibul, dan Nurul bersaing ketat melawan para pesilat dari Solo. Dalam hasil akhir, tiga pesilat PD memang masih belum berhasil meraih medali emas. Mereka masih berada di peringkat empat. Meski demikian, langkah para pesilat cilik untuk tampil "menari" memang patut diacungi jempol. (***)
 

 

Foto lain:

 

jpherdjoko090526-02.jpg

 Nurul -- siswa kelas V SD Danyang 1, Kabupaten Grobogan.

smg-silat2.jpg

 

Yuanita Putri -- siswa kelas VI SD Petompon 1 Semarang

 

 

 

Last Updated on Friday, 05 June 2009 06:30
 
Copyright © 2012. Silat Perisai Diri. Designed by Shape5.com