Sunday February 5, 2012

Quote Of The Month

"Siapa saja yang ingin mencapai sukses, haruslah mendaki dan memanjatnya; bukan melompatinya..."

(R.M.S. Dirdjoatmodjo - Pendiri Perisai Diri)

bannerforum





News Feeds:
Sabit Senjata Pamungkas Mas Silo
Written by Herdjoko   
Tuesday, 25 August 2009 02:00

Tokyo (PD),

 

Gedung Olahraga Bulungan, Jakarta itu mendadak senyap. Padahal di sana ada sekitar 500 pasang mata yang menyorot ke satu titik di tengah arena. Dua pesilat sedang berlaga di arena itu. Mereka bersosok ramping, dengan berat sekitar 53 kilogram. Arena itu adalah pertarungan para jago perguruan silat. Full body contact dalam arti sebenarnya. Tidak ada body protector. Kepala boleh menjadi sasaran pukulan maupun tendangan. Tangan tanpa sarung tangan.


Ketika sebuah tendangan sabit mendarat telak di kepala seorang pesilat, spontan pesilat itu terjatuh. Penonton ternganga. Tendangan model begitu masih asing waktu itu. Namun pesilat dengan bekal tendangan sabit itu beberapa kali menjadi momok lawan-lawannya. Banyak yang tumbang KO gara-gara sabit. Oleh karena itu, pemilik tendangan sabit tersebut akhirnya menjadi favorit penonton.

Itu terjadi tahun 1970-an. Kala itu Ikatan Pencak Silat Indonesia sedang mencari-cari aturan pertandingan. Oleh karena itu haruslah ada jago-jago dari berbagai aliran silat yang mau diadu di arena pertandingan.

"Saya memang menjadi kelinci percobaan. Semula pertandingan ditonton anggota Perisai Diri di Senayan. Lalu diteruskan di GOR Bulungan. Hanya kemaluan yang tidak boleh diserang. Lainnya bebas," kata Mas Soesilo Soedarmadji dari Tokyo, Jepang.

Mas Silo, demikian panggilan akrabnya, kala itu memang menjadi salah satu andalan PD di Jakarta. Oleh karena itulah ia menjadi pesilat wakil PD untuk terjun di arena pertarungan full body contact tersebut. Mas Silo sadar, pertarungan itu memang untuk mencari bentuk aturan pertandingan. Meski begitu, karena yang bertarung adalah para andalan perguruan, maka mereka pun bergebrak dengan sepenuh tenaga dan jiwa.

Beberapa perguruan yang turun di arena kala itu seperti Garuda Yaksa, Nusantara, Setia Hati Terate, dan lain-lainnya. Mereka menerjunkan jago andalan masing-masing.

"Pertarungan sebenarnya tiga ronde. Akan tetapi biasanya belum satu ronde pertarungan berakhir. Banyak yang KO," tutur Mas Silo.

Lalu kiprah Mas Silo sendiri bagaimana?

"Lawan-lawan saya banyak yang saya KO dengan tendangan sabit. Rata-rata sabit saya kena kepala sehingga mereka KO. Waktu itu sabit PD memang baru dikenal oleh umum. Banyak pesilat yang tidak bisa mengatasi sabit," katanya.

Mas Silo menjadi juara. Akhirnya label Mas Silo sebagai jago sabit melekat erat. Sabit Silo menjadi legenda pada waktu itu.

Di sisi lain, banyak pula lawan Mas Silo yang berusaha memunahkan tendangan sabit itu dengan teknik tangkapan dilanjutkan dengan bantingan. Dan tendangan Mas Silo memang bisa ditangkap, dan dibanting. Akan tetapi, ketika teknik bantingan itu dilancarkan, sewaktu tubuh Mas Silo melayang jatuh, tiba-tiba secara reflek tangannya meraih si pembanting.

"Saat jatuh, posisi saya selalu berada di atas. Si pembanting yang justru rugi, kejatuhan badan saya," ujarnya.

Jasa Mas Silo, juga rekan-rekan sesama pesilat dari perguruan lain yang dijadikan kelinci percobaan untuk mengolah aturan pertandingan pencak silat, tidak bisa dilupakan begitu saja. Ada yang kalah dan menang. Itulah pertandingan. Akhirnya bentuk aturan pertandingan itu terus berkembang hingga dibuat yang paling aman bagi petarung.

Kiprah Mas Silo sebagai petarung terus berlanjut. Ia beberapa kali dinobatkan menjadi pesilat terbaik di Jakarta pada pertandingan antar-perguruan pencak silat maupun ketika ada pertandingan antar-mahasiswa di lingkup Perisai Diri.

 

 

Body Protector dan Pesilat Undur-undur

Peraturan pertandingan silat berkembang terus dari masa ke masa. Mulai dari full body contact, kemudian menggunakan body protector. Lalu pesilat hanya boleh menyerang beruntun empat kali. Itu untuk memberi kesempatan juri menilai.

Aturan itu sempat pula dicederai oleh para pesilat yang suka bermain garis sehingga menelorkan strategi hit and run. Memasukkan serangan, kemudian lari keluar arena. Nilai sudah didapat, sementara sang lawan tidak bisa membalas karena si penyerang keburu sudah keluar arena.

Strategi hit and run ini memang menelorkan beberapa pesilat menjadi juara. Namun sebenarnya di kalangan dunia persilatan pesilat semacam ini disebut "pesilat undur-undur". Pesilat tangguh dengan teknik komplit pun bisa kalah melawan "pesilat undur-undur".

Mengetahui kelemahan aturan pertandingan yang dapat dimanfaatkan dengan jitu oleh "pesilat undur-undur"; maka aturan itu pun disempurnakan lagi dengan perubahan di sana-sini. Tujuannya agar fair play pertarungan silat bisa terwujud.

Kini "pesilat undur-undur" dipastikan kalah karena nilainya akan dikurangi bila ia melakukan strategi hit and run tiga kali berturut-turut. Bahkan pesilat yang terlanjur takut yang hanya bisa mundur pun bisa langsung dianggap tidak mampu melanjutkan pertandingan oleh wasit. Hanya pesilat tangguh dan memiliki stamina prima dan teknik lengkap yang bisa menyandang gelar juara.

Yang pasti, kini para pesilat dilarang keras memukul dan menendang kepala. Para petarung sekarang jauh lebih aman dibandingkan para petarung tahun 1970-an. Para pesilat memang harus berterima kasih kepada Mas Silo dan rekan-rekannya yang menjadi kelinci percobaan kala itu. (***)

Last Updated on Tuesday, 25 August 2009 02:03
 

Our Tweets

Saksikanlah partai Final PDIC, hari ini Jumat 23 Juli 2010, mulai pukul 8 s.d. Selesai
July 22, 2010 17:58 via mobile web
Final serang hindar PDIC akan dilaksanakan jum'at 23 Juli 2010, hari terakhir pertandingan.. Mari kita saksikan dan sukseskan
July 22, 2010 9:14 via mobile web
Bapak Rahmat Gobel dikukuhkan menjadi Ketua Kehormatan Perisai Diri. Pengukuhan dilaksanakan pada tanggal 10 April 2010, 11.15 WIB.
April 10, 2010 7:24 via web
Penyematan sabuk dilakukan oleh Kanjeng Sultan Hamengku Buwono X selaku Dewan Pendekar Perisai Diri, di kompleks Keraton Yogyakarta.
April 10, 2010 5:34 via web
Serang Hindar Bebas pada PDIC mendatang dipertandingkan hingga tingkat Biru Merah! No Pain No Gain.
March 31, 2010 11:02 via web

PDIC News

Selamat Bertanding!

Perisai Diri International Championship (Invitasi International PD) VI akan dilaksanakan pada bulan Juli 2010 di Padepokan Silat TMII, Jakarta.

 

Who's Online

We have 5 guests online
Copyright © 2012. Silat Perisai Diri. Designed by Shape5.com