Sunday February 5, 2012

Quote Of The Month

"Siapa saja yang ingin mencapai sukses, haruslah mendaki dan memanjatnya; bukan melompatinya..."

(R.M.S. Dirdjoatmodjo - Pendiri Perisai Diri)

bannerforum

News Feeds:
Atraksi Silat Seluruh Dunia Meriahkan Pembukaan PDIC 2010 PDF Print E-mail
Written by Herdjoko   
Monday, 19 July 2010 09:44

Jakarta (PD)

Atraksi kelihaian memainkan aneka jurus dan teknik silat dari berbagai penjuru dunia memeriahkan acara pembukaan Perisai Diri International Championship VI tahun 2010 yang digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Minggu (18/7/2010).

Para pesilat yang pamer kebolehan itu berasal dari Jepang, Inggris, Australia, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jakarta, hingga tim Brigadi Mobil Gegana Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Acara itu makin ingar-bingar indah ketika drumb band dari mahasiswa AKIP ikut tampil di arena.

Kejuaraan dunia silat Perisai Diri itu dibuka secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Acara itu dihadiri oleh Ketua Kehormatan Perisai Diri Mas Rachmat Gobel, Ketua Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa Bapak Eddy Marzuki Nalapraya, Ketua Umum Perisai Diri Mas Nanang Soemindarto, para pejabat DKI Jakarta, dan para pendekar Perisai Diri.


Acara pembukaan yang digelar meriah dengan tampilan semi teatrikal itu menjadi suguhan nan apik-menarik yang membuat 461 pesilat Perisai Diri dari berbagai penjuru dunia terkesima.

Para pesilat mengenakan pakaian warna-warni kedaerahan di Indonesia. Ada rombongan pesilat yang mengenakan seragam warok, jagoan khas asal Ponorogo, Jawa Timur lengkap dengan kesenian reognya.

Kemudian ada tiga pesilat putri dari Nusa Tenggara Timur yang paiwai memainkan senjata pedang panjang -- samurai. Kelebatan samurai ini, di tangan tiga dara itu menjadi tarian yang mampu mengantar para penjahat meniti gerbang maut.

Dua pesilat Inggris Suresh dan Aran pun tidak mau ketinggalan. Mereka memainkan teknik kombinasi dan teknik perkelahian berpasangan. Hasil gemblengan Mas Otto Suharjono itu mampu menyuguhkan kepandaian mereka kepada saudara-saudaranya seperguruan. Mereka tampil percaya diri dan tidak mengecewakan. Salut buat mereka!

Pesilat Jepang hasil didikan Mas Soesilo Soedarmadji pun tampil tidak kalah menariknya. Para jagoan dari Negeri Sakura ini tak pelak lagi menyita perhatian lebih dari 2.000 pasang mata.

Tata musik dan pengemasan cara penampilan pesilat juga membuat pesilat dari Australia mampu memesona dengan ayunan abir maupun tongkat pendek mereka. Senjata mirip tombak yang kedua ujungnya berhiaskan senjata logam itu sebenarnya memang berat. Akan tetapi di tangan pesilat Australia, senjata itu sudah menyatu.

Beberapa senjata kipas berkelebat kian kemari menjadikan makin lengkaplah keindahan itu menyeruak. Paduan warga pakaian pesilat bak pelangi menggeliat tiada henti di langit biru.

Dan penonton pun dibuat terkaget-kaget, kagum, hingga melongo ketika satu peleton pesilat tampil di arena dengan senjata api M-16, Mereka adalah peleton anggota Brigade Mobil tim Gegana Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia yang bermarkas di Kelapa Dua Jakarta.

Kekompakan mereka, fisik yang prima, dan kepercayaan diri menjadikan pamer kebolehan itu memang menjadi tontonan memikat. Para anggota Brimob itu baru sekitar enam bulan berlatih silat Perisai Diri. Akan tetapi penguasaan teknik mereka memang benar-benar membuat puas para kakak-kakak pelatihnya di Perisai Diri.

Lalu, saat tim drum band dari AKIP Jakarta muncul -- di kampus itu silat PD menjadi mata kuliah wajib -- maka makin komplitlah tampilan acara pembukaan kejuaraan dunia silat tersebut.

Dan tatkala dari langit-langit gedung olahraga itu meluncur dengan cepat beberapa pesilat dengan membawa berbagai bendera dari negara peserta; maka kejutan itu makin lengkap.

Kejuaraan yang berlangsung 17 - 23 Juli 2010 itu akan memulai pertandingan Senin hingga Jumat mendatang.

"Baru kali ini saya melihat acara pembukaan pertandingan silat semeriah dan semegah ini. Bukan hanya megah, tapi ini benar-benar indah dan anggun," tutur seorang pesilat nasional senior yang justru bukan dari silat Perisai Diri.

Lalu, seorang pesilat sepuh yang duduk di antara ratusan penonton matanya berkaca-kaca. Butiran air bening itu mengalir dan menetes tidak terasa. Senyumnya mengembang, tangannya bertepuk keras. Sepenuh tenaga, sepenuh hati.  Ia seolah  ingin mengalahkan tepukan keras para pesilat muda lainnya. Di sampingnya ada sebuah tas hitam tua, warnanya sudah sedikit luntur bergambar simbol PD. Dia adalah pesilat PD.

"Siapa tidak terharu dan bangga melihat Perisai Diri semegah ini. Lihatlah, inilah Perisai Diri... Beruntung saya masih bisa melihat kecempatan ini," tuturnya. (***)

 

(***)

 

Last Updated on Friday, 23 July 2010 16:04
 
Copyright © 2012. Silat Perisai Diri. Designed by Shape5.com