| Silat Wajib Berbenah Diri untuk Bisa Bersaing dengan Beladiri Asing |
|
|
|
| Written by Herdjoko | |||
| Sunday, 24 May 2009 20:30 | |||
|
Semarang(PD)
Perguruan silat harus membenahi organisasi dan cara mengemas agar bisa bersaing dengan beladiri asing yang kini gencar mempromosikan diri di masyarakat. Demikian salah satu butir kesimpulan hasil rapat kerja Pengurus Daerah Silat Perisai Diri Jawa Tengah yang digelar Sabtu - Minggu (23/24/5) di Gedung Balai Pengembangan Bahasa Semarang. Para pengurus perguruan ini sadar bahwa minat kalangan muda terhadap beladiri tradisional ciri khas Indonesia justru makin menurun. Kalangan muda justru tertarik belajar beladiri asing. Padahal, ilmu silat telah terbukti memiliki kehebatan dengan ciri khas yang lebih komplit dibandingkan beladiri asing. Oleh karena itu, pengurus perguruan ini sepakat untuk membenahi organisasi dan berusaha memasarkan silat dengan kemasan yang menarik agar kalangan muda jatuh cinta lagi terhadap silat. "Perisai Diri merupakan salah satu dari 10 perguruan historis di Indonesia. Perguruan ini tercatat yang pertama kali membukukan teknik silatnya menggunakan bahasa Indonesia baku sejak tahun 1977 dan didistribusikan ke toko-toko buku terkemuka di berbagai kota dalam upaya mengembangkan olahraga silat," kata Arief Widyatma, seorang pendekar muda yang juga menjadi pelatih. Rapat kerja yang diikuti dari 20 perwakilan pengurus cabang yang berasal dari kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Hasil rapat itu antara lain berusaha mewujudkan program kerja menggelar pertandingan silat antar-pelajar se-Jawa Tengah pada Maret 2010, mengikuti kejuaraan dunia silat pada Juli 2010, serta mengembangkan silat di berbagai sekolah dan kampus di Jawa Tengah. "Kita harus berjuang terus keras untuk mewujudkan program itu. Semua harus terlibat, baik pengurus di cabang di kota dan kabupaten maupun pengurus daerah di tingkat provinsi. Kami akan menjadikan Kota Semarang semacam pilot project untuk pengembangan silat Perisai Diri ini. Kami berharap daerah lain juga bisa mengikuti langkah pengurus di Semarang," kata Ketua Umum Pengurus Daerah Silat Perisai Diri Jawa Tengah Soemarmo yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Semarang. Soemarmo juga menginginkan dalam kurun waktu tertentu para pesilat itu berlatih bersama di Semarang. "Mari kita tunjukkan seperti apa beladiri silat itu kepada masyarakat. Dengan berumpul bersama dan berlatih bersama, maka kita akan merasa lebih mantap dan merasa bangga," ujarnya. Dari perguruan Perisai Diri ini telah muncul beberapa jago silat yang memperoleh medali emas di arena SEA Games maupun kejuaraan dunia. Mereka seperti Joko Widodo, Herina (Yogyakarta), Tony Widya (Jakarta), Wadiah (NTB), Suparniti, Made Arya Damayanti, Yamadiputra (Bali), maupun Suryanto, Samiaji, Deny Sumantri (Bandung). (***)
|