Universitas Negeri Surabaya Juara Umum Sirkuit PD se-Jawa Timur PDF Print E-mail
Written by ARYO AKBAR   
Tuesday, 17 March 2009 20:48
Jember (PD)
Universitas Negeri Surabaya meraih gelar juara umum pada Sirkuit Perisai Diri se-Jawa Timur yang digelar di GOR Soetardjo, Jember 12 - 15 Maret 2009. Universitas Negeri Surabaya ini mendulang 5 emas, 1 perak, dan 1 perunggu dan berhak atas Piala Rektor Universitas Negeri Jember.
Sementara Juara Umum II diraih oleh SMA Negeri 4 Probolinggo dengan 3 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Disusul kontingen Pandaan, Pasuruan yang mengantongi 3 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
 
Kejuaraan silat PD se-Jatim itu merupakan kiprah pertama Pengurus Daerah Silat PD yang baru saja dilantik bulan lalu. Sirkuit ini diikuti oleh 21 cabang/ranting/unit yang tersebar di belasan daerah dan kota di Jatim. Tercatat sebanyak 99 pesilat putra dan 22 putri terjun di arena itu. Sebenarnya bila panitia lebih awal menyebarkan pemberitahuan sirkuit ini dipastikan jumlah ranting dan cabang yang ikut akan lebih banyak.
 
Pertandingan dibagi dalam dua kelompok, remaja dan dewasa. Sementara nomor-nomor yang dipertandingkan adalah pertarungan bebas versi IPSI untuk remaja mulai dari kelas A - F dan bebas, sedangkan untuk kelompok dewasa mulai kelas A-E, dan bebas. Nomor versi Perisai Diri untuk kelas A (calon keluarga - putih hijau) dan kelas B (hijau - biru) juga dipertandingkan. Namun dalam sirkuit kali ini tidak ada nomor kerapian teknik maupun nomor seni IPSI.
 
Terpiliah sebagai Pesilat Terbaik Putra adalah Ringga Ali dari Pasongsongan, Madura, yang turun di kelas A remaja. Sementara Pesilat Terbaik Putri jatuh ke tangan Rinawati yang terjun di kelas A Dewasa dari Universitas Negeri Surabaya A.
 
Pertandingan yang menarik terjadi pada final kelas A Putra Remaja antara Ringga Ali melawan Syarif Hidayahtul. Pertandingan itu berlangsung hingga tiga babak karena pada babak pertama dimenangkan oleh Syarif, dan babak kedua Ringga yang unggul. Maka wasit memutuskan untuk melanjutkan babak ketiga sebagai penentu kemenangan.
 
Pada babak ketiga, dua pesilat saling melancarkan serangan andalannya. Ringga dengan teknik pendeta kanannya yang kuat, sementara Syarif lebih mempercayai keakuratan gejlig kanannya. Akan tetapi karena terlalu bernafsu memasukkan tendangan, stamina Syarif justru merosot drastis pada babak penentuan ini.
 
Kesempatan emas itu tidak disia-siakan oleh Ringga. Pesilat asal Panongsongan, Madura ini mampu menjatuhkan Syarif dengan teknik gaetannya. Penonton memberi aplaus untuk kegigihan dua pesilat. Ringga menang dan kemudian ia juga memperoleh gelar Pesilat Terbaik Putra.
 
Ketua Harian PD Jawa Timur Mas Didi Achmadi menutup sirkuit tersebut. "Bagi yang menang jangan pernah merasa puas. Sebab prestasi itu harus dipertahankan. Saya berharap adik-adik ini nanti yang bisa menjadi tulang punggung kekuatan silat PD dalam setiap pertandingan di Jawa Timur," ujar Mas Didi. (*)
Last Updated on Tuesday, 17 March 2009 21:05