| Hempasan Kipas PD Menyihir Jambore Pencak Silat Indonesia 2009 |
|
|
|
| Written by Joko Nugroho Anindito | |||||||||||
| Saturday, 01 August 2009 19:16 | |||||||||||
|
Jakarta (PD)
DERAK-DERAK suara kelebatan kipas ditimpali kilatan-keliatan lepasan tusukan pisau, saling bersusulan silih berganti. Lalu kaki-kaki lincah itu mencuat ke atas membuahkan tendangan keras menghentak. Itulah kiprah adik-adik Perisai Diri DKI Jakarta tingkat Dasar I pada Jambore Seni Pencak Silat Indonesia 2009 yang digelar di Taman Buah Mekarsari pada 17 - 19 Juli lalu.
Tidak berhenti hanya pada pamer jurus senjata dan tendangan, mereka pun membentuk formasi kejutan: Bunga Teratai, meliukkan badan merendah, dan tiba-tiba tegak lurus membentuk sikap Naga. Indah, gagah. Itulah PD.
Aplaus penonton
Tidak sia-sia Tim Pelatih DKI menggembleng adik-adik Dasar I dari ranting Gandul-Depok ini. Mereka memang layak tampil mewakili perguruan dalam even nasional Jambore Seni Pencak Silat.
“Semangat latihannya luar biasa. Hampir setiap hari mereka datang ke rumahku untuk latihan”, ujar Mas Dulah, Ketua Ranting Gandul. Jumlah anggota PD di ranting Gandul cukup banyak, yaitu 50 anak Dasar I.
Acara Jambore Seni Pencak Silat sendiri terselenggara atas dasar aspirasi perguruan-perguruan silat untuk menjalin tali komunikasi dan silahturahmi, serta bersama-sama melestarikan seni pecak silat sebagai budaya asli bangsa.
Bapak Rahmat Gobel (Wakil Ketua PERSILAT dan Wakil Ketua IOC) memberikan perhatian dan dukungan yang luar biasa pada acara jambore ini. Atas kerja event organizer yang telah berpengalaman maka Jambore Seni Silat ini dapat dikemas sedemikian rupa menjadi suatu acara yang sangat atraktif. Tata panggung yang megah namun tetap bercirikan budaya bangsa yang disertai cemerlangnya tata suara dan cahaya, menjadikan acara memberi kesan kagum yang mandalam bagi setiap peserta dan penonton.
Jambore ini diikuti oleh 1000 pesilat dari 54 perguruan dari seluruh Indonesia . Namanya saja jambore, maka akomodasi para pesilat adalah dengan menggunakan tenda-tenda; dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pesertanya. Mereka akhirnya menyatu dengan alam dan mempererat persahabatan dengan aliran lain karena tendanya saling berdekatan.
Pengurus PD DKI yang sejak awal aktif terlibat dalam kepanitian jambore, merasa tertantang untuk menampilkan ciri khas Perisai Diri dengan lebih menarik pada even kali ini. Berdasar surat mandat dari Pengurus Pusat, secara intensif kami menyiapkan tim yang anggotanya kombinasi antara adik-adik tingkat dasar, keluarga, dan para pelatih.
Selain adik-adik Dasar I di atas yang tampil dengan teknik kombinasi kipas-pisau; PD juga menampilkan demonstrasi ‘bebas-beladiri’ oleh pasangan suami istri Mas Cholis dan Mbak Wulan. Lalu adik-adik dari unit SMAN 47 menampilkan teknik Minangkabau, yang disusul solospel trisula oleh Mas Restoe, tawuran pedang thoya dan ditutup dengan permainan clurit ganda yang menawan dari Mas Tony Widya.
Secara keseluruhan Perisai Diri tampil sukses. Tepuk tangan penonton selalu mengiringi seusai tim PD tampil. Sementara ketika para "pendekar" generasi penerus PD tampil, penonton menjadi diam, seolah tersihir tidak mau melewatkan sedetik pun suguhan silat nan apik itu.
Kami, Pengurus PD DKI, merasa puas dan bangga karena dengan persiapan yang cukup singkat namun intensif, dapat tampil optimal, masal, dan lancar.
|
|||||||||||
| Last Updated on Tuesday, 04 August 2009 09:38 |